7 Gunung yang paling Angker dan Seram di Indonesia





Dibangunnya pura di daerah ini memang
bukan tanpa alasan. Konon, di tanah inilah Prabu Siliwangi sang Raja
Pajajaran yang membawa kemasyuran bagi tanah Sunda pernah berdiam.
Bahkan, ada yang percaya bahwa di tempat inilah Prabu Siliwangi
menghilang bersama para prajuritnya. Hingga akhirnya sebelum membangun
pura, umat Hindu memutuskan untuk membangun terlebih dulu candi dengan
patung macan berwarna putih dan hitam. Pura dibangun sebagai
penghormatan terhadap Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Hindu terakhir di
tanah Parahyangan.
Pura terbesar secara fisik dan konsep berada
di bumi suci, Parahyangan, Bogor. Diyakini di sinilah tempat petilasan
Prabu Siliwangi, raja termasyhur dan paling dipuja. Lereng Gunung Salak,
simbol Mahameru, merupakan tempat bersemayam para dewa. Pura ini
dibangun untuk menghormati Prabu Siliwangi beserta para prajuritnya yang
konon menjelma menjadi macan yang menjaga tanah Sunda. Konon, dulu
sering terjadi hal-hal gaib di wilayah ini yang berhubungan dengan Prabu
Siliwangi, raja termasyhur dari Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.
Sebelumnya
pada 1981, lokasi itu dikenal sebagai Batu Menyan, batu yang
mengeluarkan asap menyan setiap hari. Konon di batu itu pula, acap kali
masyarakat melihat cahaya putih, sinar terang, dari langit turun ke
batu. Juga rumput-rumput yang bersinar terang.
Awal pembangunan
pura dilakukan pada 1995 dengan mendirikan sebuah candi sederhana. Pura
ini dibangun secara lengkap. Bagian Utamaning Utama Mandala dibangun,
antara lain Bale Pesamuan Agung, Padmasana, Bale Pepelik/Pangaruman,
Panglurah Agung, Taksu Agung, Patirtan, dan Candi.
Di bagian Utama Mandala akan dibangun
antara lain Bale Panggungan, Bale Agung, Bale Peselang, Bale
Pawedan/Gajah, Bale Gegitaan, Bale Raringgitan, dan Kori Agung. Di
bagian Madya Mandala dibangun Pengapit Lawang, Pesimpangan Dalem Peed,
Bale Gong dan Bale Pengambuhan, Pasandekan Sulinggih, Bale Kulkul, serta
Candi Bentar. Sementara di bagian Nistha Mandala dibangun antara lain
Wantilan, Bale Paebatan, Bale Paninjon, Candi Bentar, dan Pasandekan. Di
Nisthaning Nistha dibangun kamar mandi dan parkir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar